Minggu, 20 September 2026

Terbit : Ming, 20 September 2026

Dari Warung ke Meja Makan: Tantangan Menjaga Halalan Toyyiban di Era Modern

Oleh : Admin Artikel Islami
Dari Warung ke Meja Makan: Tantangan Menjaga Halalan Toyyiban di Era Modern

Di era modern, menjaga prinsip Halalan Toyyiban tidak lagi sesederhana yang dibayangkan. Makanan olahan, minuman kemasan, dan jajanan cepat saji hadir di hampir setiap sudut jalan, menawarkan kepraktisan namun sering kali mengorbankan aspek kesehatan. Tantangan ini perlu disikapi secara serius, khususnya oleh generasi muda yang menjadi target pasar utama industri makanan tersebut.

Allah SWT berfirman mengenai anjuran mengonsumsi rezeki yang baik:

كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.”

QS. Al-Baqarah [2]: 172

Ayat ini mengandung dua unsur penting: rezeki tersebut harus diperoleh dengan cara yang halal, dan makanan tersebut harus baik bagi tubuh. Sayangnya, banyak makanan yang beredar saat ini, meski secara status hukum halal, mengandung kadar gula, garam, dan lemak jenuh yang jauh melebihi batas aman bagi kesehatan jantung.

Rasulullah SAW bahkan pernah mengingatkan pentingnya memastikan kebaikan sumber makanan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis mengenai doa yang terhalang akibat makanan yang buruk:

فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَٰلِكَ

“…maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?”

HR. Muslim No. 1015, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

Hadis ini, meski konteks aslinya membahas makanan haram, mengandung pesan mendalam bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang, baik secara spiritual maupun jasmani. Di tengah gempuran iklan makanan cepat saji dan kemudahan memesan makanan hanya dalam hitungan menit, generasi muda perlu dibekali kesadaran kritis untuk memilih makanan secara lebih cermat.

Tantangan menjaga Halalan Toyyiban di era modern bukan berarti harus menjauhi seluruh kemudahan yang ada, melainkan menumbuhkan kebiasaan untuk lebih selektif memperhatikan kandungan gizi, membatasi konsumsi makanan olahan, dan kembali membiasakan diri memasak makanan sendiri dengan bahan-bahan yang lebih terjamin kebaikannya. Kampanye kesehatan jantung islami memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran ini di tengah generasi muda yang tumbuh di era serba instan.

Penulis: Ikatan Remaja Masjid Nurul Jannah

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Baiturrahim
Jl. Berdikari, RW.08, Kelurahan pebatuan, Kulim, Kota Pekanbaru, Riau 28286
  • 🕌 Selamat Datang di Website Masjid Baiturrahim • Mari Makmurkan Masjid dan Eratkan Ukhuwah Islamiyah